Penanganan Penyimpangan Perilaku Siswa di Sekolah
Menyikapi
tingkah polah siswa disekolah,sering para guru mendapatkan bentuk perilaku yang
menyimpang dari mereka. Penyimpangan perilaku bisa berupa penyimpangan yang
sifatnya ringan ,seperti bolos sekolah,mengganggu teman saat belajar , seragam
tidak lengkap dengan atribut ,tidak mengerjakan PR/tugas atau penyimpangan
berat semisal ketahuan pacaran hingga melakukan hubungan secara berlebihan.
Umumnya,sekolah
akan memanggil siswa yang melakukan
tindakan menyimpang tersebut melalui
BP/Bimbingan dan Penyuluhan atau Wali Kelas siswa itu sendiri.
Biasanya Wali
Kelas atau BP akan mencoba menelusuri mengapa mereka berperilaku menyimpang
dengan mengadakan wawancara. Kemudian mencari tahu juga sudah sejauh mana
perilaku menyimpang itu dilakukan. Setelah mendapatkan data-data yang lengkap
maka akan diambil sebuah keputusan/tindakan apa yang akan dibebankan kepada
siswa tersebut.
Sayangnya….
sejauh ini banyak kejadian setelah wawancara dilakukan sehingga data didapat,
keputusan yang diambil bukanlah berupa bimbingan dan penyuluhan atau melakukan
terapi apa yang tepat untuk memperbaiki penyimpangan perilaku tersebut . data
hasil wawancara digunakan sebagai acuan untuk mengeluarkan siswa tersebut
begitu saja.
Merugilah
mereka..! Sudah bersikap terbuka dan menceritakan kisahnya bahkan terkadang
yang kita temukan adalah kisah yang sebetulnya sangat memalukan untuk
diceritakan. Namun mereka dengan tekanan/tanpa tekanan mereka diharuskan
menceritakan semuanya dan saat pada akhirnya mereka dengan sadar/terpaksa
menceritakan aib atau rahasianya, hal itu menjadi buah simalakama.
Malang
benar..!
Sekolah malah
mengeluarkan mereka
Mereka pasti
akan kecewa, bila saja keterus terangannya tidak dihargai mungkin mereka
akan lebih baik bungkam.
Bagaimana
mereka tidak akan kecewa, apa yang mereka ceritakan seringkali berupa rahasia hidup remaja yang memilukan. Mereka mengungkapnya dengan
jujur karena percaya kita akan mengulurkan tangan dan menggenggam tangannya
dengan erat, lalu membimbing jalannya agar tidak terjerambab atau terjatuh dan terperosok lebih jauh. Mereka
percaya,kita akan menjadi tempat perlindungan yang baik dari kegundahannya.
Namun ,
setiap sekolah memang memiliki kebijakan-kebijakannya tersendiri . Untuk saya
pribadi bila menemukan kasus-kasus seperti itu,saya akan melihat latar belakang
keluarganya, teman pergaulannya dan
alasan-alasan apa yang mendorong perilaku tersebut dilakukan hingga
mengetahui sejauh mana perilaku menyimpang itu telah mereka lakukan.
Selanjutnya saya akan meminta sekolah untuk memberikan waktu kepada mereka
untuk memperbaiki tingkah lakunya yang dievaluasi dalam jangka waktu tertentu
dibawah bimbingan para guru yang terpercaya.
Sumber ;
Herawati Suryanegara
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
0 komentar:
Posting Komentar