Enam Puluh Persen Anak Berkebutuhan Khusus Belum Tersentuh Pendidikan
KBR68H,
Trenggalek - Kementerian Pendidikan menyatakan baru 40 persen atau 16 ribu jiwa
anak berkebutuhan khusus di Indonesia yang tersentuh pendidikan.
Direktur
Pembinaan Pendidikan Khusus, Mudjito mengatakan, saat ini jumlah anak
berkebutuhan khusus mencapai 300 ribu jiwa lebih. Kata dia, pihaknya optimistis
permasalahan tersebut akan tertangani seiring peluncuran gerakan pendidikan
inklusi di berbagai daerah.
Meski begitu
ia mengakui pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus terkendala persoalan dari
keluarga, lingkungan dan sekolah. Pasalnya orangtua kerap tertutup dengan
kondisi anaknya itu. Sedangkan lingkungan, cenderung mendiskreditkan anak
berkebutuhan khusus.
"Perkembangannya
cukup drastis. Dengan model (gerakan) seperti ini, kemudian disapu,
sekolah-sekolah semua melayani, dalam satu tahun itu perkembangannya bisa
sampai 11 ribu. Stigma semacam inilah yang harus kita hapus bersama-sama.
Makanya gerakan untuk memberikan pendidikan inklusif ini adalah salah satu
caranya. Ke depan kami harap tidak ada lagi diskriminasi, anak-anak kebutuhan
khusus harus kita hargai dan mendapatkan posisi yang layak," kata Mudjito.
Sementara itu
sesuai dengan data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga kini
terdapat 25 kabupaten kota yang telah menyatakan komitmennya untuk menuntaskan
masalah pendidikan inklusif.
Setiap
kabupaten tersebut mewajibkan beberapa sekolah yang ditunjuk untuk menerima
siswa dengan kebutuhan khusus. Mudjito mengklaim, tahun ini telah ada 40
kabupaten/kota yang siap untuk mengikuti program pengentasan pendidikan anak
yang berkebutuhan khusus.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
0 komentar:
Posting Komentar